Pencegahan Merokok Sebagai Upaya Hidup Sehat
Yogyakarta (10/09/2026) Tim RIIM gabungan dosen PGSD FKIP UAD dan FKM UAD menyelenggarakan edukasi pencegahan merokok di SD N Glagah. Agenda pengabdian tersebut merangkul siswa kelas 5B yang menyimak seluruh acara dengan penuh antusiasme. Lewat program ini, Dr. Patria Handung Jaya, S.Pd., M.A. mengarahkan kampanye pencegahan merokok demi membina karakter serta kesadaran siswa sekolah dasar.

Handung menguraikan definisi rokok beserta dampak buruknya terhadap organ tubuh kepada seluruh siswa sekolah dasar. Pembahasan mengenai krusialnya menerapkan pola hidup bersih tanpa rokok menjadi perhatian mendasar. Para siswa mendengarkan pemaparan secara seksama sembari memahami bahaya rokok bagi kebugaran fisik sejak dini di lingkungan sekolah.
Rokok memicu gangguan paru-paru kronis yang membahayakan serta mengancam kualitas hidup manusia. Oleh sebab itu, RIIM menyalurkan edukasi pencegahan merokok secara konsisten sejak usia dini. Pemahaman yang kokoh membantu siswa dalam mempertahankan kebugaran tubuh sekaligus membentengi diri dari kebiasaan merokok.
Kegiatan edukasi menghadirkan nuansa menyenangkan biarpun para pemateri mengulas isu kesehatan yang tergolong serius bagi anak-anak. Ceramah interaktif memicu para siswa aktif berdiskusi serta menyampaikan pandangan selama acara berlangsung. Suasana ruang kelas terasa hidup lantaran siswa mengikuti setiap urutan kegiatan dengan semangat tinggi.

Bukan hanya menyimak materi, siswa membuat poster antirokok melalui visual dan frasa kreatif yang mencuri perhatian. Anak-anak lantas mempresentasikan karya tersebut lewat metode storytelling guna menceritakan makna di balik gambar buatan mereka. Tahapan ini menjadi fondasi edukasi yang baik, mengingat mayoritas orang tua siswa merupakan perokok aktif sehingga para siswa perlu menerapkan nilai hidup sehat secara berkelanjutan.
Pada tahap penutup, siswa menuliskan janji serta harapan masa depan di lembar sticky note lalu menempelkannya pada pohon harapan bebas rokok. Kegiatan ini membantu siswa mempertegas komitmen pribadi untuk menjauhi rokok dan selalu menjaga kesehatan tubuh. Tim pengabdian kemudian mengakhiri seluruh rangkaian acara melalui sesi foto bersama yang dipenuhi keceriaan, sekaligus memperkuat gerakan hidup sehat bagi generasi muda Yogyakarta.
(Lei)


