Tujuh Dosen PGSD FKIP UAD Raih Gelar Doktor
Yogyakarta (27/06/2026) – Dosen PGSD FKIP UAD kini sukses menorehkan prestasi gemilang ranah akademik. Melalui pencapaian terbaru, tujuh dosen andalan berhasil menyelesaikan studi tingkat doktor. Dengan demikian, kualifikasi tertinggi akademisi mencerminkan komitmen kuat peningkatan mutu prodi. Lebih lanjut, kehadiran para pakar baru pasti membawa energi segar pembelajaran kelas. Alhasil, seluruh keluarga besar sangat bangga menyambut keberhasilan tujuh akademisi teladan.
Mengenai kontribusi riset, beragam karya inovatif lahir lewat pemikiran mendalam para ahli. Pertama, Dr. Lisa Retnasari sukses mengembangkan model pembelajaran proyek kewarganegaraan bermuatan literasi digital. Selanjutnya, Dr. Laila Fatmawati mengkaji model pendidikan multikultural berbasis nilai etno religi. Melalui kajian khusus, Laila menargetkan pertumbuhan sikap toleransi siswa sekolah dasar. Sementara, Satrianawati membandingkan standar kurikulum matematika wilayah negara Tiongkok serta Indonesia.
Selain ranah pendidikan, ragam riset lintas disiplin ikut memperkaya khazanah ilmiah. Sebagai contoh, Dr. Patria Handung Jaya meneliti wacana komunikasi bahasa Inggris mahasiswa. Secara spesifik, Patria menerapkan landasan sosiopragmatik guna menganalisis interaksi aplikasi WhatsApp. Kemudian, Dr. Muhammad Ridha menyoroti fenomena unik praktik kesalehan digital platform Instagram. Secara mendalam, Ridha membedah eksistensi serta fluiditas identitas keagamaan komunitas cadar.
Berikutnya, rumpun ilmu seni dan sains ikut melengkapi deretan prestasi doktor. Terkait rumpun seni, Dr. Heni Siswantari mencermati dinamika pertunjukan masyarakat Muhammadiyah. Melalui pengamatan matang, Heni mengupas pola relasi seniman serta kelompok akar rumput. Pada bidang sains, Dr. Siwi Purwanti merancang program perkuliahan inovatif bermuatan etnosains. Melalui program unik, Siwi sukses melatih calon guru menyusun pembelajaran sains bermakna.
Akhirnya, penambahan tujuh pakar baru sukses mengukuhkan keunggulan kualitas kelembagaan prodi. Oleh sebab itu, pimpinan institusi berkomitmen memfasilitasi peningkatan kompetensi seluruh pengajar. Imbas nyata, semangat kerja keras memantapkan langkah prodi meraih akreditasi level unggul. Kelak, para mahasiswa sarjana pasti rutin memperoleh transfer ilmu mutakhir berbagai keahlian. Maka dari itu, mari bersama mengukir sejarah emas kemajuan pendidikan nasional dari Yogyakarta.
(han)




