KMD PGSD UAD: Mencetak Pembina berkualitas
Yogyakarta (04/02/2026) – Pendidikan Guru Sekolah (PGSD) FKIP UAD mengadakan kembali kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Penyelenggara mengharapkan kegiatan dapat mencetak pembina pramuka yang berkualitas, kompeten, dan berkarakter dalam membina generasi muda. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membuka kegiatan. Heroe Poerwadi menyampaikan bahwa kursus ini bertujuan agar para peserta dapat memahami arti Gerakan Pramuka sebagai wahana pendidikan karakter. Pramuka bukan sekedar kegiatan lapangan, melainkan investasi jangka panjang guna membentuk karakter dan soft skills untuk masa depan. Penyelenggara menjadikan pramuka sebagai ruang belajar sehingga penyelenggara mengharapkan peserta dapat menguasai materi kepramukaan secara mendalam.

Penyelenggara melaksanakan kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) selama tujuh hari dengan perencanaan yang sistematis dan terstruktur. Materi tersebut mencakup fundamental Gerakan Pramuka, AD/ART, teknik dan prinsip kepramukaan (scouting skills). Penyelenggara juga memberikan materi metode membina pramuka golongan siaga, penggalang, dan penegak. Selain itu, penyelenggara juga memberikan pelatihan praktik kepada peserta berupa tali-temali, mendirikan tenda, penjelajahan, serta teknik permainan edukatif yang dapat mereka terapkan dalam kegiatan pembinaan di sekolah. Penyelenggara mengharapkan setiap peserta KMD dapat memahami dan menguasai administrasi satuan serta tata cara pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) Siaga, Penggalang, dan Penegak. Penyelenggara merancang seluruh rangkaian kegiatan untuk menghasilkan pembina yang kreatif, inovatif, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan secara konsisten dan edukatif di gugus depan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap kegiatan KMD dapat meningkatkan kualitas pendidikan kepramukaan, khususnya dikalangan mahasiswa PGSD UAD. Sehingga mereka mampu memberikan kontribusi byata bagi dunia pendidikan di Indonesia. Penyelenggara juga mendorong para peserta untuk menerapkan ilmu dan pengalaman yang mereka peroleh selama pelatihan dalam kegiatan pembinaan di sekolah secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.


