Sabtu (26/10/2019) dua dosen dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
mengadakan acara Seminar Nasional Bertema Metodologi Pembelajaran Seni : Refleksi
Praktik Lapangan dan Desiminasi Modul Rampak Kendang untuk Para Guru Di Sekolah
Dasar, kegiatan ini merupakan salah satu hasil dari penelitian dengan skema Penelitian
Kerjasama Antar Perguruan Tinggi (PKPT) Dana Hibah Kemenristekdikti. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr. Dody Hartanto, M.Pd. Ada lima pembicara utama yang mengisi rangkaian seminar tersebut, dua pembicara merupakan dosen prodi PGSD yaitu Fery setyaningrum, M.Pd (dosen seni rupa) dan Heni siswantari, S.Pd, M.A (dosen seni tari) serta pembicara lainnya Dr. Diah Uswatun N, M.Sn (PPPPTK Seni budaya) dan Dr. Gabriel Roosmargo Lono Lastoro Simatupang, M.A (UGM) serta Dr. Rr. Paramitha Dyah F., M.Hum (UGM).

Acara dimeriahkan dengan pertunjukan musik muvodance (LSO PGSD) dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci alqur’an, acara berjalan lancar dengan master of ceremony Mukhsin Alfian, S.Pd yang memandu jalannya seminar, acara dihadiri peserta beberapa Dosen dari Institut Seni Indonesia (ISI Yogyakarta), para Guru Sekecamatan Patimuan Cilacap, dan mahasiswa serta Guru lulusan PGSD UAD. Dalam seminar tersebut Fery Setyaningrum, M.Pd menyampaikan ulasannya mengenai pentingnya memahami Multiple Intelligences baik dalam Pendidikan formal maupun non formal, Fery juga menegaskan menariknya Multiple Intelligences Research (MIR) dalam pembelajaran seni, dan menyampaikan hasil penelitian dengan menggunakan teori Multiple Intelligences.

Di penghujung acara Heni Siswantari, S.Pd, M.A mendesiminasikan hasil produk Rampak Kendang ke seluruh peserta yang hadir, serta mengajak penari dari komunitas Rampak kendang untuk menampilkan tarian khas mereka, selain itu Heni memberikan kejutan pertunjukan berupa tarian kreasinya, untuk dipersembahkan kepada komunitas seni Rampak Kendang yang ada Di Patimuan (Ragil Entertainment) sebagai wujud terimakasih
tim penelitian kepada komunitas tersebut. (FS)